
Viral: Guru Malaysia Kesal Murid Jawab Ujian dalam Bahasa Indonesia
KAPSUL4D Kuala Lumpur, 5 Juli 2025 – Dunia maya dihebohkan dengan sebuah video yang menunjukkan seorang guru di Malaysia kesal karena beberapa muridnya menjawab soal ujian dalam bahasa Indonesia. Video berdurasi kurang dari satu menit itu viral di TikTok dan X (Twitter), dengan berbagai reaksi dari netizen Malaysia dan Indonesia.
Isi Video yang Viral
Dalam video tersebut, guru perempuan itu terlihat memeriksa kertas ujian dan kemudian bersuara lantang:
“Ini bukan Indonesia! Kenapa kamu jawab pakai bahasa Indonesia dalam ujian Bahasa Melayu?”
Raut wajah kesalnya terekam jelas, disertai gestur membanting kertas ujian ke meja. Rekaman itu kemudian diunggah oleh akun @kelascerdasmalaysia dan langsung menyebar luas dengan jutaan tayangan hanya dalam 24 jam.
Dugaan Penyebab: Pengaruh Media & Game Online
Beberapa komentar menyebut bahwa anak-anak di Malaysia kini terpapar konten berbahasa Indonesia dalam keseharian, termasuk:
- Game online dan platform video seperti YouTube
- Influencer Indonesia yang populer di kalangan remaja Malaysia
- Serial drama dan reality show dari Indonesia yang digemari
Akibatnya, beberapa kosakata seperti “tidak”, “bekerja”, “menjawab”, atau “sedang belajar” ditulis oleh murid-murid Malaysia dalam bentuk bahasa Indonesia, bukan Bahasa Melayu standar.
Reaksi Netizen Beragam
Netizen dari Malaysia dan Indonesia memberikan komentar yang bervariasi:
- 🇲🇾 Netizen Malaysia: “Kalau sampai dalam ujian pun pakai bahasa Indonesia, ini harus dievaluasi sistem pendidikannya.”
“Anak-anak sekarang lebih fasih TikTok dari pada buku pelajaran.” - 🇮🇩 Netizen Indonesia: “Kita tak suruh mereka belajar bahasa kita, tapi ya terima kasih sudah pakai 😅”
“Ini bukti kekuatan soft power budaya kita!”
Respon Ahli Bahasa & Pemerintah
Profesor Dr. Saiful Azhar dari Universitas Malaya mengatakan bahwa percampuran bahasa antar negara serumpun seperti Indonesia dan Malaysia merupakan fenomena linguistik yang wajar, tetapi perlu diarahkan secara edukatif:
“Anak-anak sekarang hidup di dunia digital. Yang penting, sekolah harus membedakan konteks: kapan bisa campur, dan kapan harus sesuai standar akademik.”
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Malaysia belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun kabarnya tengah menyusun pedoman bahasa digital untuk pelajar, terutama yang aktif di dunia maya.
Insiden viral ini menjadi refleksi penting tentang bagaimana budaya digital memengaruhi pendidikan formal, khususnya di negara-negara yang memiliki kedekatan bahasa. Bagi para pendidik, ini bisa menjadi momentum untuk mendidik dengan pendekatan yang lebih bijak—bukan sekadar memarahi.
Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/Whatsapp