
NASA Temukan Objek Antar-Bintang Melintas Cepat di Tata Surya
KAPSUL4D,baru-baru ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) mengonfirmasi penemuan objek antarbintang ketiga yang memasuki Tata Surya, sebuah komet interstellar bernama 3I/ATLAS (C/2025 N1), terdeteksi pada 1 Juli 2025 lewat teleskop ATLAS di Chile
Asal & Kecepatan Fantastis
- Asal: Datang dari arah rasi Sagittarius, menandakan berasal dari luar sistem Tata Surya.
- Kecepatan: Terbang super cepat ~60 km/detik (~37 mil/detik) — ini jauh lebih cepat daripada objek apapun di Tata Surya .
- Jalur: Trajektori hiperbolis; bukan mengorbit Matahari, tapi hanya lewat dan kembali ke ruang antara bintang .
Sifat Sebagai Komet
- Identifikasi sebagai komet, bukan asteroid; terlihat dari coma (kepala kabut) dan ekor pendek yang mengindikasikan adanya gas & debu.
- Konsistensi komet diamati melalui citra fuzzy serta pembentukan coma kecil .
Jarak dan Periode Terdekat (Perihelion)
- Saat ditemukannya, objek berada sekitar 416 juta mil (≈670 juta km) dari Matahari (sekitar 4.5 AU).
- Komet akan mencapai perihelion sekitar 29–30 Oktober 2025, dekat orbit Mars (~1.36 AU dari Matahari).
- Titik terdekat ke Bumi sekitar 19 Desember 2025 di jarak ~1.6–1.8 AU (~240–270 juta km).
Ukuran & Eksplorasi Ilmiah
- Estimasi ukurannya cukup besar: 10–20 km, mungkin sebesar Manhattan (~12 mil).
- Jika kometnya sangat reflektif, nucleus bisa lebih kecil; detail masih diselidiki.
- Ini adalah objek antarbintang terbesar yang pernah ditemukan, jauh melebihi ‘Oumuamua dan Borisov.
Mengapa Ini Signifikan?
- Hanya ketiga objek antarbintang yang pernah diamati:
- 1I/ʻOumuamua (2017)
- 2I/Borisov (2019)
- 3I/ATLAS (2025)
- Menyediakan peluang langka untuk mempelajari materi dari luar Tata Surya seperti komposisi, spektrum, dan evolusi komet antarbintang.
- Analis astronom prediksi: maskudnya objek antarbintang lainnya bisa ribuan di Tata Surya, tapi sebagian besar terlalu kecil untuk dideteksi .
Kapan Bisa Diamati?
- Juni–September 2025: Masih cukup terang untuk teleskop besar (magnitudo ~17–18) dari Bumi .
- Akhir Oktober: Akan terlihat terang menjelang perihelion.
- Desember–Januari 2026: Bisa kembali diamati pas muncul dari belakang matahari .
Ingin informasi lebih lanjut kunjungi KAPSUL CUAN.