
Banjir Monsun Mematikan Terjang Pakistan: 72 Orang Tewas, Infrastruktur Lumpuh
KAPSUL4D Islamabad, 23 Juli 2025 — Hujan deras yang mengguyur Pakistan sejak akhir Juni 2025 memicu banjir monsun besar-besaran di sejumlah provinsi, terutama Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 72 orang tewas dan 75 lainnya luka-luka, termasuk anak-anak dan perempuan, akibat banjir bandang, rumah ambruk, dan arus air yang deras.
Dampak Parah di Dua Provinsi Utama
Khyber Pakhtunkhwa, provinsi yang rawan longsor, mencatat puluhan korban jiwa ketika banjir menerjang pemukiman di lereng bukit dan lembah sungai. Di Balochistan, banjir memutus akses jalan antar kota dan menghanyutkan ratusan rumah warga. Ribuan orang dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Sejumlah distrik benar-benar terisolasi. Kami mengalami kesulitan menyalurkan bantuan karena jembatan dan jalur utama rusak berat,” ujar Abdullah Khan, pejabat Badan Penanggulangan Bencana Provinsi (PDMA).
Infrastruktur dan Layanan Publik Terputus
Hujan ekstrem juga menghantam sistem kelistrikan dan telekomunikasi. Lebih dari 300 tiang listrik tumbang, ratusan sekolah dan fasilitas kesehatan rusak, serta lahan pertanian seluas ribuan hektare terendam. Di beberapa wilayah, warga kini kekurangan air bersih dan makanan pokok.
Pemerintah Umumkan Status Darurat
Pemerintah Pakistan telah mengumumkan status darurat bencana dan mengerahkan tentara untuk membantu evakuasi serta pendistribusian logistik. Kementerian Iklim dan Perubahan Cuaca juga memperingatkan bahwa intensitas hujan kemungkinan masih meningkat hingga akhir Juli, seiring dengan pola angin monsun aktif dari Teluk Benggala.
Seruan Bantuan Internasional
Sejumlah lembaga kemanusiaan seperti Palang Merah Internasional (IFRC) dan UN OCHA mulai menyalurkan bantuan darurat seperti makanan, air bersih, tenda, dan obat-obatan. Pemerintah Pakistan juga telah meminta bantuan dari negara sahabat dan mitra pembangunan internasional.
Monsoon Tahunan yang Semakin Ekstrem
Setiap tahun, Pakistan mengalami musim hujan antara Juni hingga September. Namun, perubahan iklim memperparah intensitas dan ketidakpastian pola curah hujan, membuat banjir semakin sulit diprediksi. Banjir besar tahun ini mengingatkan kembali tragedi 2022, ketika lebih dari 1.700 orang meninggal dan sepertiga wilayah negara terendam air.
“Krisis iklim bukan masa depan — ini adalah kenyataan yang kami hadapi sekarang. Pakistan membutuhkan dukungan global untuk membangun sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh.”
— Sherry Rehman, Mantan Menteri Iklim Pakistan
Fakta Singkat:
- Korban tewas: 72 orang
- Korban luka: 75 orang
- Provinsi terdampak parah: Khyber Pakhtunkhwa & Balochistan
- Status: Darurat Bencana Nasional
- Risiko selanjutnya: Tanah longsor & banjir susulan
Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/Whatsapp