
KAPSUL4D –
Hujan deras yang tak berhenti selama tiga hari memicu bencana longsor mematikan di lereng pegunungan Desa Cipinang, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Longsor yang terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.35 WIB itu menimbun permukiman warga dan menyebabkan kehancuran total di beberapa RT.
Suara gemuruh disusul getaran tanah sempat membuat panik warga. “Saya bangun karena rumah seperti diguncang, dan tiba-tiba semua gelap,” cerita Yayah (42), salah satu penyintas, sambil menangis di posko pengungsian.
🧾 Fakta-Fakta Terbaru:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Korban Tewas | 12 orang |
| Luka-Luka | 17 orang |
| Hilang | 4 orang (masih dicari) |
| Rumah Rusak | 25 unit (total rusak) |
| Warga Mengungsi | ± 110 jiwa |
📸 Kondisi di Lapangan:
Tim SAR gabungan dari BNPB, TNI, Polri, dan relawan lokal bekerja tanpa henti. Akses jalan sempat terputus oleh lumpur setinggi 1 meter. Evakuasi menggunakan alat berat dibantu anjing pelacak.
Di antara puing-puing rumah, tumpukan kasur, pakaian anak, dan peralatan sekolah menjadi saksi bisu tragedi ini. Di sisi lain, posko darurat kini dipenuhi anak-anak yang masih trauma dan membutuhkan pendampingan psikososial.
🔎 Penyebab & Analisis:
Menurut BMKG, kawasan Argapura memiliki topografi perbukitan curam yang rentan terhadap gerakan tanah. Diperparah dengan curah hujan ekstrem mencapai 210 mm/hari, membuat tanah jenuh air dan akhirnya longsor.
“Ini bukan sekadar bencana alam biasa, ini peringatan bagi kita semua tentang pentingnya tata ruang dan kesadaran mitigasi bencana,” ujar Prof. Dedi Sutisna, pakar geologi dari ITB.
🆘 Penanganan dan Bantuan:
✅ 3 Posko Pengungsian telah didirikan (termasuk di SDN Cipinang 1)
✅ Dapur Umum aktif menyediakan 500 porsi/hari
✅ Tim Psikolog Dinsos & PMI dikerahkan untuk trauma healing
✅ Relawan Muhammadiyah, NU Care, dan komunitas lokal ikut membantu
🚨 Himbauan Pemerintah:
Pemerintah Daerah Majalengka meminta masyarakat yang tinggal di zona merah rawan longsor untuk segera mengungsi. Peta rawan bencana telah dibagikan ke setiap desa untuk antisipasi.
🧠 Catatan Edukatif untuk Pembaca:
Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mencegah Dampak Longsor?
- Hindari membangun rumah di lereng atau tebing curam
- Tanami pohon dengan akar kuat di sekitar bukit
- Jangan buang sampah di selokan atau aliran air
- Laporkan jika melihat retakan tanah di sekitar rumah
Kami akan terus memberikan pembaruan dari lokasi bencana. Untuk info lebih lanjut, ikuti media sosial kami atau kunjungi [KAPSUL4D]