
Perusahaan Kimia AS Diperkirakan Catat Kuartal Lemah Akibat Kelebihan Pasokan dari Tiongkok dan Tarif Impor
New York – 23 Oktober 2025
KAPSUL4D Industri kimia Amerika Serikat diprediksi akan menghadapi kuartal yang berat, dengan beberapa raksasa seperti Dow Inc, DuPont, dan LyondellBasell diperkirakan melaporkan penurunan laba signifikan akibat kelebihan pasokan global, melemahnya permintaan industri, dan dampak tarif dagang dengan Tiongkok.
Laporan analis dari Reuters dan Bloomberg menyebutkan bahwa kondisi ini mencerminkan perlambatan siklus bisnis kimia global, terutama di sektor plastik, bahan baku industri otomotif, serta material konstruksi yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan industri tersebut.
Kelebihan Kapasitas dari Tiongkok Menekan Harga Global
Sumber utama tekanan berasal dari lonjakan produksi pabrik kimia di Tiongkok, yang dalam dua tahun terakhir meningkatkan kapasitas produksinya hingga 20–30% di beberapa sektor utama seperti ethylene, propylene, dan polyethylene.
Akibatnya, pasar global mengalami banjir pasokan, yang membuat harga jual bahan kimia turun hingga 15–20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Seorang analis industri, Jeffrey Moore dari ICIS, mengatakan:
“Tiongkok kini bukan hanya produsen besar, tapi juga eksportir agresif. Harga produk kimia global jatuh, dan pemain AS harus bersaing dengan biaya produksi yang lebih tinggi serta tarif impor yang menekan margin.”
Penurunan Permintaan di Dalam Negeri
Selain faktor global, permintaan domestik di AS juga mengalami penurunan akibat perlambatan sektor manufaktur dan konstruksi.
Data Federal Reserve menunjukkan aktivitas manufaktur AS turun selama tiga bulan berturut-turut, terutama di wilayah Midwest, yang dikenal sebagai pusat industri kimia berat.
Konsumen utama industri kimia seperti produsen mobil listrik dan pabrikan plastik kemasan juga memangkas pesanan karena menurunnya belanja konsumen dan penyesuaian rantai pasok pasca-pandemi.
Dampak Tarif dan Ketegangan Dagang
Kondisi diperparah oleh kebijakan tarif baru yang diberlakukan pemerintah AS terhadap produk kimia asal Tiongkok sebagai bagian dari peningkatan tensi perdagangan bilateral.
Tarif tersebut memicu kenaikan biaya impor bahan baku dan ketidakpastian kontrak ekspor, terutama bagi perusahaan yang memiliki rantai pasok lintas negara.
Ekonom David Silverstein dari Morningstar Research menilai:
“Perusahaan AS kini berada di tengah badai ganda: harga jual turun karena oversupply, sementara biaya bahan baku dan transportasi naik akibat kebijakan tarif.”
Prediksi Laporan Keuangan Kuartal IV
- Dow Inc. diperkirakan melaporkan penurunan laba bersih hingga 18% dibanding tahun lalu.
- DuPont de Nemours menghadapi penurunan pendapatan di segmen performance materials sebesar 12%.
- LyondellBasell Industries memperkirakan margin operasional turun ke level terendah sejak 2020.
Meskipun demikian, sebagian analis masih melihat peluang pemulihan pada paruh pertama 2026, terutama jika harga energi stabil dan permintaan industri mulai pulih.
Langkah Antisipasi dan Inovasi
Untuk mengurangi tekanan, beberapa perusahaan kimia besar mulai berinvestasi pada inovasi bahan ramah lingkungan dan proses produksi berkelanjutan.
Contohnya:
- DuPont mengumumkan rencana investasi sebesar $400 juta untuk pabrik bahan kimia berbasis bio di Texas.
- Dow mengembangkan teknologi circular plastic untuk mendaur ulang limbah menjadi bahan baku baru.
Analis memperkirakan tren keberlanjutan akan menjadi faktor penyelamat jangka panjang, meskipun tidak mampu menahan penurunan pendapatan dalam jangka pendek.
KAPSUL 4D – Tempat Taruhan Betting Bola Terpercaya Dengan Bonus Cashback Terbesar Hingga 15%
Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/Whatsapp