
KAPSUL4D Ilmuwan akhirnya mengungkap struktur terdalam Bulan dengan lebih jelas: inti Bulan ternyata padat, dan komposisinya sangat mirip dengan besi, bukan seperti “keju hijau” seperti mitos lama. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang asal-usul dan evolusi Bulan.
Latar Belakang Mitos “Keju Hijau”
Sejak lama, ada ungkapan populer bahwa Bulan terbuat dari “keju hijau” — istilah gurauan yang muncul dari legenda dan cerita rakyat. Tentu saja, ini hanyalah humor. Penelitian ilmiah modern menunjukkan bahwa Bulan jauh lebih kompleks secara geologi daripada monolit padat atau bahan gurih.
Temuan Ilmiah: Inti Padat Bulan
- Struktur Inti Bulan
Sebuah tim ilmuwan dari CNRS (Prancis), Universitas Côte d’Azur, Observatorium Côte d’Azur, dan institusi lain berhasil mengungkap bahwa Bulan memiliki inti dalam (inner core) yang padat, dikelilingi oleh inti luar yang cair.- Inti dalam Bulan diperkirakan berdiameter sekitar 500 km, yaitu sekitar 15% dari diameter Bulan.
- Kepadatan inti ini mendekati kepadatan besi murni.
- Menurut rilis pers CNRS, logam padat ini “mempunyai densitas mendekati besi.”
- Metode Penelitian
Ilmuwan menggunakan berbagai teknik:- Analisis data seismik (gempa Bulan, moonquakes) dari instrumen seismometer misi Apollo.
- Pengukuran rotasi Bulan dan variasi jarak Bulan terhadap Bumi (data laser-Lunar Ranging).
- Model komputasi berdasarkan data geofisika dan geokimia untuk menyimpulkan struktur internal.
- Komposisi Kimia
Selain besi, inti Bulan juga mengandung elemen ringan seperti nikel dan sedikit sulfur. Studi dari NASA menyebutkan inti Bulan mungkin menggunakan kombinasi Fe-Ni (besi-nikel) dengan sedikit kandungan sulfur dan karbon, yang menjelaskan titik leleh tinggi inti tersebut.
Implikasi Penemuan
- Medan Magnet Bulan di Masa Lalu
Penemuan inti padat ini membantu menjelaskan bagaimana Bulan mungkin pernah memiliki medan magnet kuat di masa lampau. Menurut studi NASA, kala inti mengkristal, energi panas yang dilepaskan bisa menciptakan proses seperti dynamo, menunjang medan magnet internal. - “Mantle Overturn” Bulan
Ilmuwan juga menemukan bukti adanya perputaran mantel (mantle overturn) di Bulan: material lebih panas dan ringan dari mantel naik, sementara material padat lebih berat turun.- Proses ini bisa menjelaskan mengapa permukaan Bulan memiliki unsur besi yang cukup banyak.
- Fenomena ini memberi gambaran tentang evolusi awal Bulan dan bagaimana lapisan-lapisannya terbentuk dan berkembang.
- Sejarah Awal Tata Surya
Memahami struktur inti Bulan memberi petunjuk berharga soal sejarah Bulan, termasuk asal-usulnya. Karena inti padat dan struktur internal Bulan kini lebih jelas, ilmuwan bisa membuat model lebih akurat tentang bagaimana Bulan terbentuk dan berubah sejak awal. - Misi Bulan Masa Depan
Penemuan ini penting untuk misi eksplorasi Bulan ke depan. Dengan pengetahuan tentang struktur internal Bulan, para insinyur dan ilmuwan bisa merancang misi (seismik, gravitasi, atau robotik) dengan lebih strategis untuk mengeksplorasi lebih dalam.
KAPSUL 4D – ingin info lebih lanjut bisa kunjungi laman kami
Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/Whatsapp