Skip to content

KAPSUL4D LOUNGE

Platform Berita Digital Terupdate 2026

KAPSUL4D
Primary Menu
  • BERITA BOLA
    • BERITA VIRAL
    • OTOMOTIF
    • BERITA TEKNOLOGI
  • JADWAL BOLA
  • PREDIKSI BOLA
  • PREDIKSI TOGEL
  • LOGIN KAPSUL4D
Daftar
  • Home
  • SAINS
  • Ilmuwan Konfirmasi Inti Bulan Padat Mirip Besi, Bukan “Keju Hijau”
  • SAINS

Ilmuwan Konfirmasi Inti Bulan Padat Mirip Besi, Bukan “Keju Hijau”

Admin November 15, 2025 3 minutes read
0

KAPSUL4D Ilmuwan akhirnya mengungkap struktur terdalam Bulan dengan lebih jelas: inti Bulan ternyata padat, dan komposisinya sangat mirip dengan besi, bukan seperti “keju hijau” seperti mitos lama. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang asal-usul dan evolusi Bulan.

Latar Belakang Mitos “Keju Hijau”

Sejak lama, ada ungkapan populer bahwa Bulan terbuat dari “keju hijau” — istilah gurauan yang muncul dari legenda dan cerita rakyat. Tentu saja, ini hanyalah humor. Penelitian ilmiah modern menunjukkan bahwa Bulan jauh lebih kompleks secara geologi daripada monolit padat atau bahan gurih.


Temuan Ilmiah: Inti Padat Bulan

  1. Struktur Inti Bulan
    Sebuah tim ilmuwan dari CNRS (Prancis), Universitas Côte d’Azur, Observatorium Côte d’Azur, dan institusi lain berhasil mengungkap bahwa Bulan memiliki inti dalam (inner core) yang padat, dikelilingi oleh inti luar yang cair.
    • Inti dalam Bulan diperkirakan berdiameter sekitar 500 km, yaitu sekitar 15% dari diameter Bulan.
    • Kepadatan inti ini mendekati kepadatan besi murni.
    • Menurut rilis pers CNRS, logam padat ini “mempunyai densitas mendekati besi.”
  2. Metode Penelitian
    Ilmuwan menggunakan berbagai teknik:
    • Analisis data seismik (gempa Bulan, moonquakes) dari instrumen seismometer misi Apollo.
    • Pengukuran rotasi Bulan dan variasi jarak Bulan terhadap Bumi (data laser-Lunar Ranging).
    • Model komputasi berdasarkan data geofisika dan geokimia untuk menyimpulkan struktur internal.
  3. Komposisi Kimia
    Selain besi, inti Bulan juga mengandung elemen ringan seperti nikel dan sedikit sulfur. Studi dari NASA menyebutkan inti Bulan mungkin menggunakan kombinasi Fe-Ni (besi-nikel) dengan sedikit kandungan sulfur dan karbon, yang menjelaskan titik leleh tinggi inti tersebut.

Implikasi Penemuan

  1. Medan Magnet Bulan di Masa Lalu
    Penemuan inti padat ini membantu menjelaskan bagaimana Bulan mungkin pernah memiliki medan magnet kuat di masa lampau. Menurut studi NASA, kala inti mengkristal, energi panas yang dilepaskan bisa menciptakan proses seperti dynamo, menunjang medan magnet internal.
  2. “Mantle Overturn” Bulan
    Ilmuwan juga menemukan bukti adanya perputaran mantel (mantle overturn) di Bulan: material lebih panas dan ringan dari mantel naik, sementara material padat lebih berat turun.
    • Proses ini bisa menjelaskan mengapa permukaan Bulan memiliki unsur besi yang cukup banyak.
    • Fenomena ini memberi gambaran tentang evolusi awal Bulan dan bagaimana lapisan-lapisannya terbentuk dan berkembang.
  3. Sejarah Awal Tata Surya
    Memahami struktur inti Bulan memberi petunjuk berharga soal sejarah Bulan, termasuk asal-usulnya. Karena inti padat dan struktur internal Bulan kini lebih jelas, ilmuwan bisa membuat model lebih akurat tentang bagaimana Bulan terbentuk dan berubah sejak awal.
  4. Misi Bulan Masa Depan
    Penemuan ini penting untuk misi eksplorasi Bulan ke depan. Dengan pengetahuan tentang struktur internal Bulan, para insinyur dan ilmuwan bisa merancang misi (seismik, gravitasi, atau robotik) dengan lebih strategis untuk mengeksplorasi lebih dalam.

KAPSUL 4D – ingin info lebih lanjut bisa kunjungi laman kami

Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/Whatsapp

About the Author

Admin

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Rizky Ridho Masuk Nominasi FIFA Puskás Award 2025: Sejarah Baru untuk Sepak Bola Indonesia
Next: Badai Salju Timpa Nepal & Himalaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related News

WWW.RUAMGMASUK.COM (10)
  • SAINS

Suar matahari besar (solar flare X4.2) ganggu radio di Afrika & Eropa

Admin Februari 5, 2026 0
Desain tanpa judul (41)
  • SAINS

Cara observatorium masa kini dan teknologi klasik bantu pahami kosmos

Admin Februari 3, 2026 0
Desain tanpa judul (25)
  • SAINS

Calon planet mirip Bumi ditemukan 146 tahun cahaya

Admin Februari 2, 2026 0

Recent Posts

  • Xi Jinping melakukan call dengan Trump dan Putin di hari yang sama
  • Wabah campak di Jalisco, Meksiko
  • Bitcoin jatuh tajam, turun sekitar 50% dalam 4 bulan
  • “Chess Cat” jadi viral karena memenangkan pertandingan
  • Bocoran Galaxy S26: upgrade dibatalkan & harga tetap naik?

Recent Comments

  1. Gaya Hidup Digital Anak Muda: Antara AI, Sosmed, dan Realita – KAPSUL4D LOUNGE mengenai Sample Page

You may have missed

BUKTI KEMENANGAN - 2026-02-06T111412.877
  • MANCANEGARA

Xi Jinping melakukan call dengan Trump dan Putin di hari yang sama

Admin Februari 6, 2026 0
BUKTI KEMENANGAN - 2026-02-06T110817.887
  • Kesehatan & Gaya Hidup (Health & Lifestyle)

Wabah campak di Jalisco, Meksiko

Admin Februari 6, 2026 0
RUANGMASUK.COM (56)
  • BISNIS

Bitcoin jatuh tajam, turun sekitar 50% dalam 4 bulan

Admin Februari 6, 2026 0
RUANGMASUK.COM (55)
  • BERITA VIRAL

“Chess Cat” jadi viral karena memenangkan pertandingan

Admin Februari 6, 2026 0
Support By KAPSUL4D | MoreNews by AF themes.