
KAPSUL4D,Trenggalek, Jawa Timur – Bencana tanah longsor kembali mengancam infrastruktur vital di wilayah selatan Jawa Timur. Jalan nasional penghubung Trenggalek–Panggul dilaporkan ambles sepanjang lebih dari 30 meter, tepatnya di wilayah Desa Nglebo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Kondisi ini tidak hanya memutus akses utama warga, tetapi juga mengancam bangunan sekolah dan rumah warga di sekitarnya.
Tanah Retak dan Jalan Longsor: Akses Terputus
Kejadian amblesnya jalan ini pertama kali diketahui warga pada Minggu pagi (30/6), saat melihat retakan besar di badan jalan. Tak berselang lama, hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari berturut-turut memperparah kondisi, hingga membuat sebagian jalan tergerus dan terperosok ke lereng.
“Retaknya awalnya kecil, tapi makin lebar pas malamnya hujan deras. Pagi-pagi, jalan sudah ambles dan nggak bisa dilewati kendaraan berat,” ujar Budi, warga setempat, kepada media lokal.
Sekolah Dasar Terancam Runtuh
Yang paling mengkhawatirkan, lokasi amblesnya jalan berada sangat dekat dengan Salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di desa tersebut. Bangunan sekolah yang berjarak kurang dari 10 meter dari lokasi longsor kini mulai menunjukkan tanda-tanda retakan pada dinding kelas.
“Sudah ada retak-retak di bagian dinding kelas 2 dan 3. Kami sudah evakuasi siswa belajar ke balai desa untuk sementara waktu,” kata Kepala Sekolah SDN Nglebo, Nurhayati.
Tak hanya sekolah, dua rumah warga yang berada tepat di bawah tebing yang longsor kini juga dalam posisi rawan. Warga memilih mengungsi sementara demi keselamatan.
Pemerintah dan BPBD Turun Tangan
Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek telah meninjau lokasi dan menutup jalur sementara untuk kendaraan roda empat dan truk besar. Rambu darurat dan garis polisi dipasang untuk mencegah pengguna jalan mendekati lokasi ambles.
“Kami sudah melakukan asesmen. Jalan ini masuk jalur strategis nasional dan sedang kami laporkan ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) agar segera ditangani,” ujar Kepala BPBD Trenggalek, Joko Rudianto.
Potensi Longsor Susulan Masih Tinggi
Menurut BMKG, wilayah Trenggalek masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tanah yang labil di sekitar lereng pegunungan membuat risiko longsor susulan sangat mungkin terjadi.
Pakar geologi dari Universitas Brawijaya, Dr. Bayu Kurniawan, mengatakan bahwa kontur tanah di wilayah pegunungan selatan Jawa tergolong rentan terhadap erosi dan gerakan tanah, terlebih jika drainase dan penanaman vegetasi tidak memadai.
“Solusinya bukan cuma perbaikan jalan, tapi juga penguatan lereng, penanaman ulang vegetasi pengikat tanah, dan sistem drainase vertikal,” tegasnya.
Warga Minta Perbaikan Segera
Masyarakat Desa Nglebo dan pengguna jalan Trenggalek–Panggul mendesak pemerintah pusat untuk memprioritaskan perbaikan jalan karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses vital menuju wilayah pesisir selatan dan destinasi wisata Panggul dan Munjungan.
“Kalau jalan ini putus total, kami harus memutar lebih dari 3 jam lewat Ponorogo. Itu pun jalanannya rawan juga,” keluh Junaidi, sopir angkutan umum.
Ingin informasi lebih lanjut kunjungi KAPSUL CUAN.