
Pasar Saham Global Tertekan Akibat Kekhawatiran Gelembung AI
KAPSUL4D New York / London / Tokyo, 6 November 2025 – Pasar saham global mengalami penurunan tajam minggu ini seiring meningkatnya kekhawatiran investor terkait gelembung (bubble) di sektor kecerdasan buatan (AI). Indeks utama di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia mengalami koreksi signifikan, memicu kewaspadaan di kalangan pengelola dana, perusahaan, dan analis ekonomi.
Koreksi di Pasar Teknologi
Saham perusahaan teknologi yang fokus pada AI menjadi yang paling terpukul. Nasdaq dan S&P 500 di AS turun masing-masing lebih dari 3% dalam perdagangan kemarin, sementara bursa Eropa dan Asia juga mencatat penurunan antara 2–4%.
Analis menyebutkan bahwa valuasi perusahaan AI telah melonjak terlalu tinggi dalam dua tahun terakhir, didorong oleh hype investor dan permintaan pasar yang eksponensial. Banyak saham diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (P/E) jauh di atas rata-rata historis, yang meningkatkan risiko koreksi.
“Ada optimisme berlebihan di sektor AI, dan pasar mulai menyadari bahwa tidak semua hype akan terealisasi dalam bentuk profit jangka pendek,” kata Michael Zhang, analis senior di Global Markets Research.
Dampak Global
Penurunan ini tidak hanya dirasakan di Amerika Serikat, tetapi juga di pasar Asia dan Eropa. Bursa saham seperti Nikkei (Jepang), Hang Seng (Hong Kong), dan FTSE 100 (Inggris) juga mencatat penurunan signifikan.
Perusahaan chip dan penyedia infrastruktur AI mengalami koreksi terbesar, karena investor mempertanyakan kemampuan sektor ini untuk menghasilkan keuntungan seiring kenaikan biaya R&D dan persaingan global.
Investor Besar Mulai Bersikap Hati-hati
Langkah defensif diambil oleh beberapa investor besar, termasuk Berkshire Hathaway, yang dilaporkan menjual saham senilai US$6 miliar baru-baru ini. Para manajer portofolio memperingatkan bahwa investor ritel dan institusional harus siap menghadapi volatilitas tinggi di sektor AI.
“Ini saatnya menilai risiko dengan serius. Kenaikan valuasi tinggi harus dibarengi dengan fundamental yang kuat,” ujar Sarah Lim, kepala investasi di Asia Capital Partners.
Analisis Ahli
Para ahli ekonomi memperingatkan bahwa koreksi ini bukan berarti sektor AI gagal, tetapi perlunya penyesuaian ekspektasi investor. Mereka menekankan pentingnya diversifikasi portofolio dan menghindari spekulasi berlebihan di saham teknologi murni.
“AI tetap menjadi masa depan, tetapi pasar sedang menyeimbangkan hype dengan kenyataan bisnis. Investor harus realistis,” jelas Dr. Anil Mehta, profesor ekonomi di London School of Economics.
KAPSUL 4D – Tempat Taruhan Betting Bola Terpercaya Dengan Bonus Cashback Terbesar Hingga 15%
Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/WhatsApp