
Marlene Dumas Jadi Artis Wanita Kontemporer Pertama yang Masuk Koleksi Permanen Musée du Louvre
KAPSUL4D Paris, Prancis — November 2025
Sejarah baru tercipta di dunia seni rupa internasional. Marlene Dumas, pelukis asal Afrika Selatan yang kini menetap di Belanda, resmi menjadi seniman wanita kontemporer pertama yang karyanya masuk dalam koleksi permanen Musée du Louvre, museum paling bergengsi di dunia.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan Louvre yang selama berabad-abad dikenal lebih fokus pada karya klasik dan seniman laki-laki.
Lukisan “Liaisons” Masuk Koleksi Ikonik Louvre
Karya Dumas berjudul “Liaisons” (Hubungan) kini menghiasi salah satu ruang pamer modern di Pavillon de Flore, bersebelahan dengan karya legendaris seperti Mona Lisa karya Leonardo da Vinci dan Liberty Leading the People karya Eugène Delacroix.
Lukisan ini menggambarkan relasi emosional dan spiritual antar manusia, diekspresikan lewat sapuan cat yang lembut namun intens — ciri khas Dumas yang dikenal mampu menangkap kompleksitas psikologis manusia.
“Saya tidak pernah bermimpi karya saya akan berdiri di antara para maestro. Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tapi simbol bahwa seni wanita punya tempat di sejarah besar,”
ujar Dumas dalam konferensi pers di Paris (7/11).
Seni yang Menggugah Emosi dan Kesadaran Sosial
Marlene Dumas dikenal sebagai pelukis yang berani mengangkat tema sensitif seperti identitas, gender, dan politik tubuh. Gaya melukisnya yang ekspresif sering kali menggabungkan keindahan dan ketegangan emosional dalam satu bingkai.
Karyanya banyak dipamerkan di berbagai museum besar seperti Tate Modern (London), MoMA (New York), dan Stedelijk Museum (Amsterdam). Namun, pengakuan dari Louvre menempatkannya di level tertinggi dalam sejarah seni dunia.
Kurator Louvre, Jean-Luc Martinez, menyebut keputusan ini sebagai bentuk pembaruan visi museum:
“Kami ingin menunjukkan bahwa Louvre bukan hanya ruang bagi masa lalu, tetapi juga bagi masa kini yang terus berbicara melalui seni.”
Langkah Besar bagi Representasi Seniman Perempuan
Selama lebih dari 230 tahun berdiri, koleksi permanen Louvre didominasi oleh karya seniman laki-laki seperti Da Vinci, Michelangelo, dan Raphael. Masuknya Dumas mencerminkan pergeseran paradigma budaya — dari eksklusivitas menuju inklusivitas.
Data UNESCO mencatat, hanya sekitar 11% karya di museum besar dunia yang diciptakan oleh seniman perempuan. Keputusan Louvre diharapkan membuka jalan bagi lebih banyak perempuan untuk mendapatkan pengakuan setara.
Resonansi Global di Dunia Seni
Kabar ini disambut hangat oleh komunitas seni global. Banyak seniman dan kritikus menyebutnya sebagai “momen revolusioner” dalam dunia museum.
“Louvre bukan hanya mengakui Dumas, tapi juga seluruh perjuangan perempuan dalam seni,”
tulis kritikus seni Le Monde, Camille Duval.
Pameran khusus bertajuk “Liaisons: The Faces of Humanity” akan dibuka untuk publik mulai 15 November 2025 hingga Maret 2026, menampilkan lebih dari 30 karya Dumas yang belum pernah dipamerkan di Prancis sebelumnya.
KAPSUL 4D – Tempat Taruhan Betting Bola Terpercaya Dengan Bonus Cashback Terbesar Hingga 15%
Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/WhatsApp