
Nexperia: China Angkat Larangan Ekspor Chip Otomotif, Industri Global Bernapas Lega
KAPSUL4D Beijing, 8 November 2025 — Pemerintah China resmi mencabut larangan ekspor terhadap chip otomotif milik Nexperia, perusahaan semikonduktor yang berbasis di Belanda namun dimiliki oleh perusahaan asal China, Wingtech Technology. Keputusan ini muncul setelah adanya kesepakatan diplomatik penting antara Presiden Xi Jinping dan mantan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan puncak ekonomi baru-baru ini.
Latar Belakang Larangan Ekspor
Larangan ini pertama kali diberlakukan pada awal tahun 2024, menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara China dan negara-negara Barat, terutama terkait kontrol ekspor teknologi sensitif.
Akibatnya, pasokan chip otomotif global terganggu, menyebabkan banyak pabrikan mobil—termasuk di Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat—menghadapi kesulitan dalam memenuhi produksi.
Nexperia sendiri adalah pemasok besar untuk komponen power management dan sensor kendaraan, yang digunakan dalam berbagai model mobil listrik (EV) dan hybrid modern.
Keputusan Politik & Dampak Diplomatik
Menurut laporan Automotive Manufacturing Solutions, pencabutan larangan ini merupakan hasil dari perjanjian ekonomi lintas negara yang menekankan pentingnya “rantai pasok teknologi yang stabil dan terbuka”.
Sumber pemerintah China menyatakan bahwa langkah ini diambil demi menjaga kestabilan industri otomotif global, serta memperkuat posisi China sebagai pemain utama dalam rantai pasok semikonduktor.
“China berkomitmen untuk mendukung stabilitas pasokan teknologi global tanpa mengorbankan keamanan nasional,”
ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China.
Pencabutan larangan ini juga menandai pelonggaran ketegangan dagang yang sebelumnya meningkat akibat kebijakan proteksionis dari Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap perusahaan teknologi asal China.
Dampak ke Industri Otomotif Dunia
Dengan dibukanya kembali akses ekspor chip Nexperia, industri otomotif dunia akhirnya bisa bernapas lega. Produsen besar seperti Toyota, Volkswagen, dan General Motors dilaporkan akan menyesuaikan kembali jadwal produksi mereka.
Sebelumnya, banyak pabrik otomotif sempat menunda rilis model baru karena kekurangan komponen penting seperti semiconductor power switch, diode, dan microcontroller unit (MCU) yang digunakan dalam sistem keselamatan dan efisiensi bahan bakar.
“Langkah ini bisa mengurangi backlog produksi hingga 15% dalam enam bulan ke depan,” ujar analis pasar dari IHS Markit Automotive.
Implikasi untuk Indonesia
Bagi industri otomotif di Indonesia, keputusan ini menjadi angin segar. Sejumlah pabrik perakitan nasional yang bergantung pada pasokan chip dari Asia Timur bisa kembali memproduksi kendaraan tanpa hambatan besar.
Selain itu, sektor aftermarket (suku cadang & modifikasi) juga diperkirakan akan mengalami peningkatan pasokan, sehingga harga komponen elektronik otomotif dapat kembali stabil menjelang tahun 2026.
Menurut data Kementerian Perindustrian, sekitar 65% komponen elektronik kendaraan di Indonesia masih bergantung pada impor, terutama dari China dan Taiwan.
Dengan dicabutnya larangan ekspor ini, stabilitas pasokan dan harga di sektor otomotif domestik diyakini akan membaik.
KAPSUL 4D – Tempat Taruhan Betting Bola Terpercaya Dengan Bonus Cashback Terbesar Hingga 15%
Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/WhatsApp