
Presiden FIFA Gianni Infantino Serukan Fleksibilitas Jadwal Piala Dunia
KAPSUL4D Zurich, Swiss — Presiden FIFA Gianni Infantino menyerukan agar komunitas sepak bola dunia lebih terbuka terhadap kemungkinan penyesuaian jadwal Piala Dunia di masa depan. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan akibat iklim ekstrem, kalender kompetisi yang padat, serta tuntutan komersial dari berbagai konfederasi dan liga top dunia.
Latar Belakang
Dalam konferensi pers di markas besar FIFA, Kamis (9/10/2025), Infantino menegaskan bahwa sepak bola global harus adaptif terhadap perubahan kondisi dunia modern. Ia menyebut bahwa Piala Dunia masa depan bisa saja mengalami pergeseran waktu pelaksanaan, baik dari sisi bulan maupun wilayah penyelenggaraan.
“Kita harus memiliki pikiran terbuka. Dunia berubah, iklim berubah, dan sepak bola harus mampu menyesuaikan diri tanpa mengorbankan kualitas turnamen maupun kesejahteraan pemain,” ujar Infantino.
Pernyataan ini memunculkan spekulasi bahwa FIFA sedang meninjau ulang format dan jadwal turnamen 2030 dan 2034, termasuk kemungkinan menggelar laga-laga di bulan selain Juni–Juli yang selama ini menjadi tradisi.
Masalah Iklim dan Kepadatan Kompetisi
Beberapa turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Piala Dunia 2022 di Qatar, telah menunjukkan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi isu serius. Suhu tinggi di kawasan Timur Tengah memaksa FIFA memindahkan jadwal ke November–Desember, sebuah langkah yang kala itu menuai kontroversi.
Kini, dengan semakin padatnya jadwal pertandingan klub dan internasional, FIFA dihadapkan pada dilema baru: menjaga keseimbangan antara kepentingan komersial dan kesehatan pemain.
“Pemain top kini bermain lebih dari 70 pertandingan per musim. Ini tidak berkelanjutan. Jika kita ingin menjaga sepak bola tetap menarik dan adil, kita perlu mengatur ulang kalender global,” tambah Infantino.
Respons dari Dunia Sepak Bola
Reaksi dari federasi dan liga Eropa pun beragam. Beberapa mendukung langkah tersebut, sementara yang lain menilai perubahan jadwal bisa mengganggu kompetisi domestik.
Asosiasi Klub Eropa (ECA) menyatakan bahwa dialog harus dilakukan lebih transparan.
“Kami memahami kekhawatiran FIFA, tetapi setiap perubahan besar harus mempertimbangkan dampak terhadap liga nasional dan pemain,” ujar Ketua ECA, Nasser Al-Khelaifi.
Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyambut baik gagasan ini, mengingat beberapa negara tuan rumah potensial di benua Afrika menghadapi kendala suhu tinggi pada bulan-bulan tradisional pelaksanaan turnamen.
Rencana ke Depan
FIFA dikabarkan sedang mengkaji model rotasi iklim — yaitu sistem penjadwalan fleksibel yang menyesuaikan waktu turnamen dengan kondisi cuaca di tiap benua. Model ini memungkinkan Piala Dunia digelar pada bulan berbeda tergantung wilayahnya, tanpa kehilangan nilai kompetitif dan komersial.
Selain itu, FIFA juga sedang melakukan evaluasi terkait pembagian waktu istirahat internasional, di mana ada kemungkinan akan diperkenalkan format “mega international window” — satu periode panjang untuk kualifikasi, menggantikan jeda internasional pendek yang tersebar sepanjang tahun.
KAPSUL 4D – Tempat Taruhan Betting Bola Terpercaya Dengan Bonus Cashback Terbesar Hingga 15%
Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/Whatsapp