
𝐊𝐀𝐏𝐒𝐔𝐋𝟒𝐃 , 29 Juni 2025 Luis Suárez menghadapi momen emosional saat Inter Miami bersiap menantang Paris Saint-Germain (PSG) di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025. Dalam laga tersebut, Suárez akan kembali bertemu dengan mantan pelatihnya di Barcelona, Luis Enrique, yang kini menangani PSG. Meski memiliki banyak kenangan indah bersama di masa lalu, Suárez menegaskan bahwa dirinya kini fokus penuh untuk membawa Inter Miami lolos ke babak selanjutnya.
Dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan, Suárez mengungkapkan rasa hormatnya terhadap Enrique. Ia menyebut sang pelatih sebagai sosok penting dalam perjalanan kariernya, terutama selama masa kejayaan di Barcelona. Namun, ia menambahkan bahwa saat ini mereka berada di jalur yang berbeda, dan tekadnya untuk menang bersama Inter Miami jauh lebih besar dibanding nostalgia yang ada.
Pertandingan ini menjadi semacam reuni besar. Selain Suárez, sejumlah mantan pemain Barcelona seperti Lionel Messi, Sergio Busquets, dan Jordi Alba juga akan menghadapi Enrique—orang yang dulu menjadi arsitek kemenangan mereka, termasuk laga bersejarah “La Remontada” saat Barcelona membalikkan agregat atas PSG di Liga Champions 2017. Momen tersebut tentu menjadi catatan tersendiri, terlebih kini para pemain itu saling berhadapan dalam balutan jersey berbeda.
Suárez menilai laga melawan PSG akan menjadi tantangan paling berat sejauh ini. PSG merupakan juara Liga Champions dan tampil konsisten sepanjang turnamen. Meski begitu, Inter Miami tampil cukup solid selama fase grup dan lolos tanpa kekalahan. Kepercayaan diri skuad asuhan Javier Mascherano pun terus meningkat.
Mascherano, yang juga mantan anak didik Enrique saat masih bermain di Barcelona, menyebut laga ini sebagai kesempatan besar. Ia mengajak seluruh pemain Inter Miami untuk menikmati proses dan tidak tertekan dengan nama besar lawan. Menurutnya, inilah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Inter Miami layak diperhitungkan di panggung dunia.Baca juga berita bola lainnya di 𝐊𝐀𝐏𝐒𝐔𝐋𝟒𝐃 .
Inter Miami akan bertumpu pada ketajaman duet Messi–Suárez yang kembali menemukan ritme seperti saat membela Barcelona. Pengalaman dan ketenangan keduanya di laga besar diharapkan bisa jadi pembeda di tengah tekanan tinggi. Suárez juga menyebut bahwa melawan Enrique membuatnya harus lebih cermat, karena ia tahu betul gaya permainan yang biasa diterapkan sang pelatih.
Meski PSG tetap dijagokan dalam pertandingan ini, Inter Miami datang tanpa beban dan siap memberikan kejutan. Bagi Suárez, ini bukan sekadar pertandingan, tapi juga simbol pembuktian bahwa dirinya masih bisa tampil di level tertinggi melawan pelatih yang pernah membawanya ke puncak karier.