
ππππππππ – 03 JULI 2025 Sebuah kapal penyeberangan, KMP Tunu Pratama Jaya, dilaporkan tenggelam di perairan Selat Bali pada Selasa pagi, saat tengah melakukan perjalanan dari Pelabuhan Gilimanuk (Bali) menuju Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi, Jawa Timur). Kapal tersebut membawa total 65 orang, yang terdiri dari penumpang, anak buah kapal (ABK), dan sopir kendaraan.
Insiden ini terjadi saat cuaca di sekitar perairan Selat Bali dilaporkan sedang tidak bersahabat. Menurut keterangan awal dari pihak Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Kementerian Perhubungan, kapal mulai mengalami gangguan mesin sekitar 1 jam setelah keberangkatan dari Gilimanuk. Dalam waktu singkat, kapal kehilangan daya kendali dan miring sebelum akhirnya tenggelam.
Proses Evakuasi
Tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan nelayan setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Hingga berita ini ditulis, sebanyak 60 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan 5 orang lainnya masih dalam pencarian. Proses pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan kapal cepat, perahu karet, serta penyelam.
“Kami telah mengevakuasi sebagian besar korban dalam keadaan selamat. Namun masih ada beberapa penumpang yang belum ditemukan dan kami terus berupaya maksimal dalam pencarian,β ujar Kepala Basarnas Bali.
Penyebab Masih Diselidiki
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini. Dugaan awal mengarah pada kerusakan mesin utama kapal yang menyebabkan kehilangan kendali saat diterpa ombak tinggi. Selain itu, ada kemungkinan bahwa faktor cuaca ekstrem juga berperan dalam memperburuk situasi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan bahwa investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengetahui apakah ada kelalaian prosedur keselamatan atau pelanggaran teknis lainnya.
Respons Pemerintah dan Keluarga Korban
Pemerintah daerah dan pusat segera memberikan respons cepat terhadap tragedi ini. Kementerian Sosial telah mengirimkan bantuan logistik ke lokasi, dan posko darurat didirikan di pelabuhan untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi. Para keluarga yang menunggu kabar dari orang tercinta tampak cemas dan berharap semua korban dapat ditemukan dengan selamat.Berita Update lainnya di ππππππππ
Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menjadi pengingat keras pentingnya prosedur keselamatan pelayaran, terutama di wilayah rawan seperti Selat Bali yang dikenal memiliki arus kuat dan cuaca cepat berubah. Pemerintah diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap armada penyeberangan guna mencegah tragedi serupa di masa depan.