
BYD Atto 1 Cetak Rekor Penjualan di Oktober 2025
KAPSUL4D Pada Oktober 2025, BYD Atto 1 mencatat prestasi luar biasa: menjadi mobil paling laris di Indonesia, mengungguli model-model populer seperti Honda Brio dan Kijang Innova.
Berdasarkan data wholesales dari Gaikindo, BYD mengirimkan 9.396 unit Atto 1 ke dealer-dealernya selama bulan tersebut. Jumlah ini menyumbang sekitar 88 persen dari total penjualan BYD di bulan yang sama, yaitu 10.593 unit.
Apa yang Membuat Atto 1 Begitu Populer?
- Harga Kompetitif
Atto 1 ditawarkan dengan harga mulai Rp 195 juta untuk varian Standard Range dan hingga Rp 235 juta untuk varian Premium. Harga ini sangat agresif untuk sebuah EV, terutama di segmen mobil listrik yang ramah lingkungan. - Varian & Spesifikasi
Dalam distribusinya, varian yang paling laris adalah:- Dynamic Standard Range: 5.057 unit
- Premium Extended Range: 4.339 unit
- Versi 30,08 kWh → jarak tempuh ~300 km
- Versi premium 38,88 kWh → jarak tempuh sekitar 380 km
- Distribusi yang Masif
Bulan Oktober jadi momen penting karena pengiriman Atto 1 mulai massif setelah diluncurkan di GIIAS 2025. Lonjakan distribusi (wholesales) juga mencerminkan permintaan konsumen yang sangat tinggi. - Dukungan Insentif EV
Penjualan EV di Indonesia makin didorong oleh insentif dari pemerintah, yang membuat pilihan EV jadi lebih menarik secara ekonomi.
Dampak & Makna untuk Pasar Otomotif
- Dengan penjualan sebesar 9.396 unit, Atto 1 mencatat sejarah sebagai mobil listrik pertama yang menjadi mobil terlaris dalam satu bulan penuh di Indonesia.
- Kinerja Atto 1 mendorong posisi BYD di pasar nasional: BYD naik ke peringkat ketiga merek mobil terlaris pada Oktober 2025, hanya di bawah Toyota dan Daihatsu.
- Keberhasilan ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap EV, terutama ketika hadir model yang relatif terjangkau dan punya fitur & performa yang kompetitif.
- Selain itu, impor BYD juga melonjak. Karena pabrik BYD di Indonesia baru akan selesai di 2026, sebagian besar unit Atto 1 pada Oktober 2025 memang diimpor.
Tantangan & Catatan
- Kapasitas Produksi: Karena banyak unit masih diimpor, keberlanjutan penjualan tinggi sangat bergantung pada seberapa cepat pabrik lokal BYD (di Subang) bisa rampung dan beroperasi.
- Infrastruktur Pengisian: Untuk mendukung pertumbuhan EV, diperlukan infrastruktur pengisian baterai yang lebih luas agar konsumen merasa aman menggunakan EV sebagai kendaraan sehari-hari.
- Persaingan EV: Meskipun Atto 1 sangat laku, merek dan model EV lain seperti Wuling BinguoEV juga ikut meramaikan pasar EV dan bisa menjadi pesaing ketat ke depan.
KAPSUL 4D – Tempat Taruhan Betting Bola Terpercaya Dengan Bonus Cashback Terbesar Hingga 15%
Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/WhatsApp