
Jaguar Land Rover Mulai Kembali Produksi Secara Bertahap Setelah Serangan Siber Global
London, Inggris — 23 Oktober 2025
KAPSUL4D Raksasa otomotif asal Inggris, Jaguar Land Rover (JLR), resmi memulai kembali produksi di sejumlah pabrik utama setelah hampir dua minggu mengalami gangguan akibat serangan siber besar-besaran yang melumpuhkan sistem operasi global perusahaan.
Langkah ini menandai proses pemulihan bertahap dari salah satu gangguan teknologi paling serius yang pernah dialami industri otomotif Inggris dalam dekade terakhir.
Dampak Serangan Siber
Menurut laporan The Guardian dan BBC Business, serangan siber yang terjadi awal Oktober menyebabkan gangguan total pada sistem IT produksi dan distribusi JLR.
Akibatnya, pabrik-pabrik di Solihull, Halewood, dan Wolverhampton harus menghentikan operasi, sementara sistem logistik dan rantai pasok komponen dari para pemasok di Eropa juga ikut terhenti.
Seorang juru bicara JLR mengatakan:
“Kami menghadapi serangan siber yang kompleks dan terkoordinasi. Fokus utama kami adalah melindungi data pelanggan, sistem internal, dan memastikan keamanan karyawan serta mitra bisnis.”
Serangan ini juga berdampak pada pengiriman model-model populer seperti Range Rover, Defender, dan Jaguar F-Pace, yang sempat mengalami penundaan produksi selama lebih dari 10 hari.
Pemulihan Produksi Bertahap
Mulai pekan ini, JLR telah mengaktifkan kembali sebagian besar lini perakitan di Inggris, dengan prioritas pada model berperforma tinggi dan kendaraan ekspor.
Produksi di pabrik Solihull dilaporkan menjadi yang pertama beroperasi kembali, diikuti oleh pabrik Halewood dan Wolverhampton yang menangani perakitan mesin listrik.
Perusahaan menegaskan bahwa sistem IT telah dipulihkan secara aman, dan sebagian besar tim produksi telah kembali bekerja dengan jadwal yang disesuaikan.
“Kami mengambil pendekatan bertahap untuk memastikan semua sistem berjalan aman dan efisien,” tambah juru bicara tersebut.
“Kami berterima kasih kepada karyawan, pemasok, dan pelanggan atas kesabaran dan dukungan mereka selama masa pemulihan ini.”
Investigasi Masih Berlanjut
Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, beberapa analis keamanan siber memperkirakan bahwa serangan ini dilakukan oleh kelompok ransomware internasional yang menargetkan industri otomotif besar di Eropa.
Pemerintah Inggris melalui National Cyber Security Centre (NCSC) juga telah terlibat dalam penyelidikan untuk memastikan sumber serangan serta memperkuat keamanan data perusahaan strategis.
Menurut laporan dari Reuters, tidak ada bukti kebocoran data pelanggan secara luas, meskipun beberapa sistem dealer dan keuangan internal dilaporkan sempat tidak dapat diakses.
Dampak Terhadap Industri Otomotif Inggris
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi sektor otomotif Eropa yang kini semakin bergantung pada sistem digital dan otomatisasi rantai pasok.
Para ahli menilai, serangan terhadap JLR memperlihatkan bagaimana kerentanan sistem produksi modern bisa berimbas pada skala global.
Analis otomotif dari AutoExpress UK, Mark Delaney, mengatakan:
“Gangguan selama satu minggu saja dapat menimbulkan kerugian jutaan poundsterling.
Tetapi yang lebih berbahaya adalah kehilangan kepercayaan dari pelanggan dan mitra bisnis.”
JLR Fokus pada Kendaraan Listrik dan Keamanan Digital
Meskipun terguncang oleh serangan ini, JLR menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi produsen kendaraan listrik premium global.
Perusahaan berencana melanjutkan proyek pengembangan model Range Rover EV yang akan dirilis pada tahun 2026, serta memperluas lini Jaguar full-electric.
Sebagai bagian dari langkah preventif, JLR juga mengumumkan akan membentuk Divisi Keamanan Digital Global, bekerja sama dengan pakar keamanan siber dari Inggris dan Eropa untuk melindungi data serta sistem manufaktur masa depan.
KAPSUL 4D – Tempat Taruhan Betting Bola Terpercaya Dengan Bonus Cashback Terbesar Hingga 15%
Link Anti Internet Positif : www.ruangmasuk.com
Whatsapp Resmi Kapsul4D : kapsul4d.link/Whatsapp