
KAPSUL4D – Jakarta kini menjadi pusat vital dalam transformasi ekonomi digital Indonesia. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, Yosamartha, menyatakan bahwa transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di ibu kota menyumbang sekitar 43–45 persen dari total transaksi QRIS skala nasional—nyaris separuh dari keseluruhan transaksi digital negeri ini
Fenomena ini menjadi perhatian serius. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam perhelatan Pekan QRIS Nasional 2025 menyampaikan optimisme bahwa kontribusi Jakarta bisa meningkat hingga 75 persen dalam waktu dekat, seiring upaya masif digitalisasi pasar
Pengguna QRIS di Jakarta hingga April 2025 mencapai 6 juta orang, dengan volume transaksi menyentuh 258,15 juta transaksi
Pertumbuhan ekonomi Jakarta di Triwulan II-2025 tercatat 5,18 persen (year-on-year), sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yaitu 5,12 persen
Antara News
QRIS turut menyumbang 0,53 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta
Tingkat adopsi QRIS yang tinggi menggambarkan kemajuan digitalisasi pembayaran dan modernisasi ekonomi masyarakat kota.
Fokus Jakarta sebagai “Game Changer” Digital Nasional
Yosamartha menyoroti posisi strategis Jakarta sebagai pionir dalam inovasi sistem pembayaran digital. Hampir semua inisiatif besar QRIS—mulai dari fitur dasar hingga metode terbaru seperti QRIS Tap, serta integrasi lintas negara (cross-border)—bermula dari Jakarta
BI DKI Jakarta berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota digital dan global yang berbudaya, salah satunya dengan Pekan QRIS Nasional sebagai sarana edukasi dan sosialisasi sistem pembayaran digital
Kontribusi UMKM dalam Era QRIS
Bank Indonesia menyebut QRIS sebagai entry point penting bagi UMKM untuk masuk ke era ekonomi digital. Melalui QRIS, pelaku usaha mikro dan kecil mendapatkan akses sistem pembayaran non-tunai yang praktis tanpa perlu perangkat khusus, serta membuka peluang ke layanan finansial lebih luas—mulai dari transaksi harian hingga kemudahan akses pembiayaan . KAPSUL4D